Tips Menyiapkan Pernikahan Kala Jalani Puasa

Menyiapkan pernikahan merupakan tugas wajib setiap calon pengantin yang memutuskan tidak menggunakanĀ jasa wedding organizer atau wedding planner. Meskipun banyak yang harus disiapkan, lakukanlah secara bijak dan cermat. Akan tetapi bagaimana melaluinya dengan penuh sabar dan tenaga yang full? Sedangkan di luar bulan Ramadhan saja menyiapkan pernikahan sudah menguras energi dan emosi. Lalu apa cara yang tepat untuk mengatasi agar persiapan tetap berjalan tanpa mengurangi pahala berpuasa?

Selama satu bulan berpuasa bukan berarti waktunya bersantai tanpa melakukan aktivitas apa pun termasuk menyiapkan pernikahan. Apalagi pernikahan diadakan tidak lama setelah bulan Ramadhan usai yang berarti waktu yang dimiliki sangat sempit. Selama bulan puasa pun segala persiapan akan dimaksimalkan agar dapat mengejar persiapan yang belum terselesaikan. Contohnya seperti meeting dengan dekorator atau merevisi undangan yang akan dicetak. Terbayang sudah beratnya perjuangan yang dilakukan, namun jangan khawatir ada trik yang dapat dipaktikkan selama menjalani persiapan tanpa mengurangi nilai puasa.

  1. Gizi seimbang

Ada baiknya menikah setelah bulan suci ramadhan dimana kaum muslim diwajibkan untuk berpuasa, karena banyak yang mengalami penurunan berat badan setelah berpuasa. Walaupun begitu bagi yang memiliki aktivitas yang tinggi, kewajiban untuk menjaga asupan makan sangat penting, termasuk kamu yang sedang menyiapkan pernikahan. Saat sahur dan berbuka pastikan memilih makanan yang mengandung gizi seimbang mulai dari karbohidrat, vitamin hingga protein. Bila perlu mengonsumsi suplemen vitamin dengan dosis rendah dapat diminum saat sahur. Selain menjaga tubuh tetap fit, suplemen juga berfungsi untuk menghindari gejala penyakit yang rentan menyerang seperti flu, batuk atau pilek. Dan jangan sampai mendekati hari pernikahan kamu jatuh sakit.

  1. Ujian emosi

Dalam menjalani ibadah puasa, sering kali emosi kita diuji. Selain menjadi salah satu cobaan, konflik batin seperti ini senantiasa hadir mewarnai kisah selama mempersiapkan pernikahan setiap calon pengantin. Miskomunikasi atau salah paham sering kali menjadi faktor yang membuat emosi terbakar, namun di saat itulah kita dilatih untuk bersabar. Perbedaan persepsi yang ditangkap dekorator atau tulisan yang salah karena kurang teliti pada undangan merupakan sekelumit masalah yang kerap melanda calon pengantin. Mengendalikan emosi jiwa menjadi kunci keberhasilan menyelesaikan masalah, dalam bertindak pun harus dipikirkan dengan kepala dingin agar tidak ada penyesalan belakangan. Di samping bersabar yang akan membawa kebaikan, berdoa di bulan puasa ini sangat disarankan untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta sekaligus jembatan untuk menyiapkan diri menjadi calon istri/suami.

 

Dikutip dari :

  • Mery Desianti
  • 16 JuniĀ 2016
  • www.weddingku.com
Facebook